Kategori: Puisi

Renungan Diri

Diawal tahun baru ini Ku ingin menyemai keinginan Menumbuhkan kasih sayang Memanen segala pengharapan Banyak yang mengartikan Tahun baru itu dengan berbagai hal Awal kehidupan baru Awal perubahan Awal menuju yang lebih baik lagi Awal dari segalanya Mereka-mereka menyambut dengan ramainya Gemuruh-gemuruh pesta kembang api Sambutan hangat terompet Begitu semarak menanti malam pergantian tahun Jauh

Menunggu Malaikat Kecil

Dikala matahari mulai menampakkan diri Memandang jiwa-jiwa yang kan turut menyambutnya Mencari rezeki demi sesuap nasi Ditiap pagi, mungkin jauh sebelum pagi Engkau bangun, teringat anak-anakmu Apa yang akan kau berikan Jika hanya berdiam diri Dengan langkah yang tegap Engkau menyusuri sepanjang jalan yang kelam Walau ragamu tak segagah yang dulu Bahkan semakin lama semakin

CORETAN PENUH MAKNA

Terbentang ribuan helaian benang Kau belai lembut dengan tangan tuamu Mata yang sayu tak pernah lelah Menatap lembaran kain putih yang menemani setiap waktu Sampai hari tua pun kau tetap setia dengan kain itu Tetes demi tetes kau torehkan ukiran tinta kelabu Begitu indah, melukiskan kedamaian negeri tercinta Di balik helaian itulah Semua apa yang

Pemuda yang Menua

Sore itu, di samping pahatan kayu para rayap Aku bertemu dengannya Pakaian itu lusuh, namun masih terlihat lencana kuning dekat sakunya Pandangan itu sudah tak kasat, namun masih terlihat kobaran api menyala Pendengarannya sulit, namun masih kudengar kata ‘merdeka’ merombak masuk dalam telingaku