Lomba Cipta Lagu Porseni ditengah Pandemi

Polsri bekerja sama dengan UKM Simpony mengajak seluruh keterlibatan politeknik se-Indonesia untuk turut ikut serta menciptakan sebuah lagu yang akan menjadi “Theme Song” dari Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Politeknik se-Indonesia, yang seharusnya diadakan pada tanggal 26 Mei sampai dengan 27 Juli harus diundur sampai akhir bulan Oktober dikarenakan pandemi covid-19.
Pada sesi wawancara pada Selasa (27/Okt) kemarin, bapak Ahmad Zamheri, S.T., M.T., sebagai Wakil Direktur 3 Politeknik Negeri Sriwijaya mengatakan, ada beberapa hal dikala kita membuka lomba ini, banyak peserta dari politeknik yang lain sedang melaksanakan Ujian semester, sehingga jumlah peserta yang ikut lomba ini masih ternilai cukup sedikit sehingga kita perlu perpanjang waktu pendaftarannya.
“Di awal pandemi ini ada himbauan dari kementerian bahwa setiap perguruan tinggi diminta untuk berinovasi membuat sesuatu yang sifatnya nasional, maka dari itu kami berinisiatif membuat suatu event dan saya lihat Porseni yang dilakukan politeknik negeri sriwijaya ini yang cukup menyita perhatian politeknik se-Indonesia dan berhubung lagunya belum ada untuk itu kami mengusulkan kepada bakorma supaya mengadakan lomba untuk cipta lagu Porseni dan untuk tahun 2020 ini pelaksanaan Porseni ditunda karena covid-19 karena apapun kegiatan kita tetap mengutamakan kesehatan dan mudah-mudahan kegiatan tahun 2021 Porseni ini dapat berlangsung kembali seperti tahun-tahun sebelumnya, kalaupun ada perubahan itu ada penambahan di rangkaian olahraga,” tuturnya.
Peserta lomba yang mengikuti cipta lagu Porseni ini diikuti oleh 19 peserta dari 10 politeknik se-Indonesia baik politeknik negeri maupun swasta yang pendaftarannya ditutup tanggal 24 Oktober kemarin dan penilaiannya dilakukan selama dua hari yaitu tepatnya pada 27 Oktober.
Ada banyak kendala dalam perlombaan dikala pandemi seperti ini. “Kesulitan dimasa pandemi ini, pertama-tama dilakukan secara online jadi yang paling sulitnya itu adalah mengumpulkan peserta yang harus mengumpulkan kontak number dari politeknik yang lain untuk mengikuti lomba ini, dan juga dalam masalah sinyal sehingga banyak peserta harus mendaftarkan ulang di keesokan harinya untuk mendaftar lomba,” kata Jansen Hutabarat, selaku Ketua Panitia Lomba Cipta Lagu Porseni.
Adapun sistem penilaian cipta lagu Porseni ini, “Kriteria penilaian dititik beratkan pada isi dan gagasan kreatif dalam lirik lagu tersebut, jadi lagu ini bukan hanya enak didengar namun memiliki makna yang dalam tentang Porseni,” tuturnya.
“Ada tiga juri untuk penilaian lomba pertama dari anggota band hutan tropis pak Jemmy Delvian, kedua dari anggota Nasyid pak Maskuri, dan yang ketiga dari Rivakis Manajemen Palembang, Pak Maulan, dan tentunya juri-juri ini sudah mempunyai track record yang bagus dalam penjurian dan beberapa juri sudah mengeluarkan lagunya sendiri,” tuturnya.
Dalam penilaian ini dilakukan secara objektif sehingga apa yang dihasilkan dapat digunakan dalam setiap event di Porseni, dan juga dapat memperkuat solidaritas antar mahasiswa politeknik se-Indonesia.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *