Polsri Laksanakan Diksarlin Daring Tanpa Kendala Berarti

Pendidikan dasar kedisiplinan atau yang biasa disebut Diksarlin merupakan kegiatan  yang wajib diikuti bagi mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) baik mahasiswa baru maupun mahasiswa tahun lalu yang belum mengikuti kegiatan diksarlin.

Namun, ada perbedaan di antara diksarlin yang dilaksanakan pada tahun ini dengan tahun sebelumnya yaitu Diksarlin online atau luring. Dikarenakan pandemi Covid-19 sekarang ini, kegiatan diksarlin dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi Webex Cisco Meeting.  Setiap mahasiswa diwajibkan mengisi daftar hadir tepat waktu secara virtual sebanyak tiga kali absensi perhari. Hal ini merupakan salah satu poin penilaian kelulusan dalam kegiatan ini, jika tidak sesuai dengan standar kehadiran bisa mengakibatkan kegagalan dalam kelulusan Diksarlin.

Keefektifan pelaksanaan diksar secara daring ini sudah cukup bagus. Ini dikarenakan setiap kelompok peserta diksar telah didampingi oleh para pendamping yang siap mengawasi dan membimbing mereka. Meskipun demikian, masih terdapat kedala kecil yang dapat langsung ditangani. 

Dalam pelaksanaannya, kendala yang sering dialami adalah masalah koneksi internet, kamera, dan audio peserta maupun panitia yang kadang bermasalah. Namun, hal tersebut bukanlah kendala berarti. Untuk masalah koneksi internet, pihak lembaga juga memberikan toleransi untuk peserta. Mengingat Diksarlin daring ini adalah barang baru, maka hal-hal dapat digunakan sebagai bahan evaluasi.

Angga Saputra selaku salah satu pendamping pun merasa demikian, dia mengungkapkan diksar tahun ini dirasa cukup bagus. Namun, menurutnya tingkat keefektifan dari kegiatan ini masih kurang bila dibanding diksar secara luring.

“Saya rasa diksar daring ini sudah cukup bagus dalam pelaksanaannya, tetapi dalam keefektifannya saya lebih memilih diksar yang offline,” Ujar Angga Saputra ketika diwawancarai.

Menurut peserta, Diksarlin tahun ini dirasa cukup menyenangkan dan lebih santai. Mengingat pada tahun sebelumnya para peserta dilatih dalam pelatihan militeristik oleh tentara tetapi pada tahun ini mereka cukup duduk manis saja didepan gawai atau komputer mereka selama menjalani acara. 

Helen sebagai salah satu peserta mengaku merasa senang pada Diksarlin daring ini dikarenakan yang dilakukan cukup dengan menatap layar saja, meski dia juga mengaku merasa sedikit jenuh karena harus duduk selama berjam-jam lamanya.

“Sebenarnya sih asik asik aja kak, tapi terasa sedikit jenuh juga karena harus duduk berjam-jam.” Tukas Helen ketika dimintai pendapatnya selaku peserta.

Untuk acara hari Selasa tanggal 6 Oktober 2020 dimulai dengan pemaparan yang disampaikan oleh Wakil Rektor Universitas Sriwijaya yaitu Prof. Ir. Zainuddin Nawawi, Ph.D. Beliau memaparkan tentang sejarah perkembangan mulai dari berdiri pembangunan Politeknik Negeri Sriwijaya dengan uraian yang sistematis dan disertakan dengan surat keputusan dari pemerintah.

Pihak dari lembaga kampus berharap agar acara ini berjalan lancar serta peserta Diksarlin turut aktif dalam kegiatan serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Selain itu juga, pihak kampus juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan acara Diksarlin tahun ini.

“Saya berharap acara ini berjalan lancar dan peserta aktif dalam kegiatan dan mematuhi protokol kesehatan.” Tukas Ahmad Zamheri selaku wakil direktur 3

Editor : MFF

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *