Sistem Penerimaan Baru BEM, Angin Segar bagi Polsri ?

Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya ( BEM Polsri) mengalami perombakan total pada masa jabatan 2020/2021. Perombakan ini sendiri disebabkan oleh dikeluarkannya Peraturan Direktur (Perdir) Politeknik Negeri Sriwijaya No 1 tahun 2019 tentang Organisasi Kemahasiswaan dan Kegiatan Kemahasiswaan Politeknik Negeri Sriwijaya yang telah diresmikan pada 2 Januari 2019.

Perombakan yang dimaksud disini meliputi sistem penerimaan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Pada periode-periode sebelumnya, perekrutan BEM bebas diikuti oleh seluruh mahasiswa Polsri dari semester 1 sampai semester 3 untuk mahasiswa D3 dan untuk mahasiwa D4 dari semester 1 sampai semester 5. Sedangkan, untuk periode 2020/2021 calon anggota BEM adalah delegasi dari HMJ, UKM dan komunitas yang nantinya akan disaring lagi oleh pihak kepengurusan BEM 2020/2021 yang telah dipilih melalui musyawarah antar Ormawa KM Polsri.

“Untuk penerimaan calon anggota BEM sekarang sistemnya pendelegasian dari setiap ormawa (Polsri), jadi setiap ormawa harus mengirimkan 8 nama yang akan didelegasikan menjadi calon anggota BEM, setelah itu kami akan melakukan seleksi dengan beberapa tes agar calon anggota bem yang kami terima sesuai dengan syarat dan ketentuan dan sesuai dengan Perdir,” terang Rizki Putri Utami, selaku Menteri Sekretaris Kabinet BEM periode 2020/2021.

Sebab perubahan sistem inilah anggota BEM periode 2019/2020 yang pada dasarnya masih bisa dan berniat untuk melanjutkan masa jabatan ke periode selanjutnya terpaksa harus mengurungkan niatan mereka tersebut dan harus berpindah haluan ke organisasi lain yang telah mereka ikuti.

“Dari pandangan saya para anggota BEM periode 2019/2020 beberapa dari mereka pasti ada yang multi organisasi. Mereka yang tidak bem lagi berkemungkinan untuk berorganisasi diorganisasi intra kampus yang lainnya. Sedangkan untuk yang hanya ikut bem otomatis mereka jadi kupu-kupu,” ujar Raissa Indra Handayani, salah satu demisioner BEM periode 2019/2020.

Menyikapi hal ini, Aditya Ramadhan selaku mahasiswa Teknik Elektro berpendapat bahwa sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Kelebihannya yaitu dapat menjadikan BEM lebih kuat dengan menghadirkan anggota dari berbagai sumber. Namun, sistem ini secara tidak langsung dapat menutup pintu bagi mahasiswa lain yang sebetulnya memiliki potensi untuk menjalankan organisasi semacam BEM ini.

“Untuk kritik, harusnya lebih memikirkan kembali konsekuensi yang dipilih, banyak calon organisator di luar dari lembaga himpunan mahasiswa dan UKM lain yang belum memiliki kesempatan untuk mengikuti organisasi. Saran saya, semoga diperjelas dalam sistem perekrutan dan lain lain, dan harus memihak keseluruh pihak yang berada dalam ruang lingkup Sistem itu sendiri dan jangan merugikan satu organisasi/individual karna suatu perubahan yang baru,” tambah Aditya

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Vaqsy Jaya Dhiqlaga. Vaqsy menyampaikan, ”Jika penerimaan bem hanya melalui anggota anggota yang telah mengikuti ormawa lain, bagaimana dengan mahasiswa/i yg tidak mengikuti ormawa lain tetapi ingin mengikuti BEM atau dengan kata lain para mahasiswa/i yg ingin berorganisasi melalui BEM, tetapi tidak mengikuti ormawa lain tidak bisa mengikuti penerimaan dari bem ?”

Ahmad Zamheri, S.T., M.T., selaku Wakil Direktur III Polsri bidang kemahasiswaan menyampaikan bahwa tujuan didelegasikannya anggota Ormawa KM Polsri untuk menjadi calon anggota BEM adalah karena mereka dinilai sudah terlatih di organisasi mereka masing-masing, sehingga akan lebih siap jika nantinya menjadi perwakilan BEM dan juga agar BEM dapat lebih bersinergi dengan Ormawa Polsri lainnya karena anggota BEM juga merupakan perwakilan dari tiap Ormawa di Polsri.

“Tentunya sudah banyak yang menjadi pertimbangan dalam dibuatnya Perdir ini dan saya harap peraturan ini dapat menjadi tolak ukur, baik bagi mahasiswa maupun lembaga untuk menjadikan Politeknik Negeri Sriwijaya lebih baik lagi kedepannya,” jelasnya.

Terlepas dari sistem-sistem yang berubah tersebut, hendaknya anggota-anggota BEM yang nantinya terpilih akan tetap memiliki visi dan misi yang jelas dalam menjalankan roda perjuamgan. Jangan sampai mereka terlena akan jabatan yang telah didapat tanpa tau beban apa yang akan mereka angkat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *