Panduan Pelaksanaan Ibadah Selama Pandemi

Bulan Ramadhan telah tiba dan tentunya disambut dengan senang hati oleh seluruh umat islam. Namun cukup disayangkan, Ramadhan kali ini ditemani oleh virus COVID-19, yang sampai saat ini tidak ada yang tau kapan perginya. Hal ini tentunya menimbulkan perbedaan kebiasaan dengan Ramadhan yang telah kita jalani pada tahun-tahun sebelumnya.

Maka dari itu, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menerbitkan Surat Edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, dengan tujuan untuk memberikan panduan kepada masyarakat tentang panduan beribadah agar dapat mengurangi penyebaran virus COVID-19 namun, tetap sejalan dengan syariat Islam

“Surat Edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan Syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia dari risiko Covid-19,” ujar Fachrul Razi.

Berikut adalah panduan yang telah kami rangkum menjadi beberapa poin, yaitu:
1. Sahur dan berbuka di rumah
2. Shalat Tarawih di rumah
3. Tadarus Al-Qur’an di rumah
4. Tidak melakukan iktikaf
5. Pesantren kilat via daring
6. Silaturahmi via daring
7. Pelaksanaan zakat sesusai dengan protokol kesehatan
8. Menjaga kondusifitas
9. Dan, tetap mengikuti instruksi pemerintah
Di antara poin-poin diatas mungkin ada yang terasa memberatkan dan mungkin ada yang tidak setuju dengan pelaksanaan ibadah yang sudah dianjurkan tersebut. Akan tetapi, kita selaku masyarakat, kita diharapkan untuk menurunkan ego masing-masing, agar wabah ini bisa cepat berlalu dan semoga kita bisa menjalankan ibadah-ibadah tersebut sama seperti Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907].

Ramadhan kali ini pasti akan terasa berbeda, baik dari suasana maupun kondisinya. Namun, dengan niat dan iman yang kuat tentunya Umat Islam akan tetap bisa menjalani ibadah selama Ramadhan ini dan akan tetap meraih kemenangan pada Idul Fitri.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *