Buat Face Shield, Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Polsri Bantu Tangani Wabah Covid-19

Perjuangan tenaga medis di Indonesia dalam merawat pasien positif virus corona maupun menangani pasien yang telah memiliki gejalanya semakin terasa berat dengan kurangnya Alat Pelindung Diri (APD). Salah satu APD yang vital ada pelindung wajah (face shield). Melihat kondisi tersebut, muncul inisiatif dari mahasiswa Polsri, khususnya mahasiswa Teknik Mesin untuk membuat face shield, yang dapat membantu para tenaga medis.

15 orang mahasiswa dari Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI) yang tergabung dalam kelompok studi mahasiswa TP3D (Toke Pempek 3 Dimensi) di bawah naungan HMJ Teknik Mesin POLSRI. Pada proses produksi, mereka di awasi dan dibimbing oleh Dosen Jurusan Teknik Mesin serta mendapat dukungan dari Alumni Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin di Politeknik Negeri Sriwijaya.

Ikut serta dalam pembuatan APD yang dilakukan di Laboratorium CNC Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya. Diantaranya adalah
Mahasiswa :
1. Franando/061640211499/8PPA
2. Tugi Apriyanto /061730200096 /6MC
3. Achmad Ramadhan / 061940212261/2PPM
4. Triawan Cahya Persada/061640211847/8PPB
5. Muhammad Iqbal Abdul Najib / 061730200088 / 6 MA
6. Nur Hidayat / 061640211843 / 8PPB
7. Muhammad Aqil Tora / 061930200447 / 2MC
8. Willy Alexander / 061740211778 / 6 ppb
9. Riansyah / 061740211764/6ppb
10. Ricky Reydandhi/061930201006/2mf
11. Agung Firdaus/6PPA/061740211421
12. Nur Salbiah/061740211762/6PPB
13. M. Fadel Gumay/8PPB/ 061640211841
14. Agus Nugraha/2PPC/061940212224
15. Reo RahmatIlahi / 061730200094/6 MB
16. Ludovico (Siswa SMP Faza Kenten)
Dosen
1. Dicky Sepriyanto, S.T., M.T.
2. Fatahul Arifin, ST. DiplEngEPD., MEngSc, PhD.

Dana pembuatan face shield berasal dari donasi civitas akademika POLSRI, alumni, dan IKA Polsri . Pembuatan yang dilakukan memanfaatkan teknologi CAD, CNC dan Laser Cutting membantu mahasiswa memproduksi lebih dari 200 face shield sehari. Face shield yang sudah diproduksi disalurkan ke beberapa puskesmas dan rumah sakit baik di kota Palembang maupun luar kota, seperti Prabumulih, Pali, Banyuasin, OKU, Pagaralam dll. Termasuk dalam rencana ke depannya, pelindung wajah tersebut juga akan disalurkan ke luar Propinsi Sumatera Selatan, diantaranya Bengkulu, Lampung dan Sumatera Barat.

Kegiatan ini mulai beroperasi dimulai tanggal 30 Maret 2020 hingga hari ini. Sejauh ini banyak Rumah Sakit yang telah dibantu antara lain, yang ada di Palembang yaitu RS Siloam, RS Hermina, RS Sriwijaya, RS Muhammad Husein, dan puskesmas di tiap kecamatan atau kota madya. Rumah Sakit yang ada di Luar Palembang yaitu RS di Pali, dan RS Prabumulih, dll. Rumah Sakit yang ada di Luar Sumsel yaitu Lampung RS Pertamina, dan RS Ibu. Dan masih banyak lagi Rumah Sakit yang masih dalam daftar tungggu yaitu Rumah Sakit yang ada di Sumatera Barat, dan Bengkulu.

Pembuatan lingkar kepala untuk face shield hanya membutuhkan 20 detik dengan mesin CNC Laser Cutting sedangkan untuk pembuatan sudah jadi termasuk mika memakan waktur sekitar 5 menit. Sehingga tim dapat menghasilkan 200 pcs Face Shield setiap hari.

Dalam proses pembuatan Face Shield tim dibagi menjadi beberapa divisi antara lain :
a. Divisi pemotongan (cutting) tim di divisi ini dibantu dengan CNC Laser Cutting
b. Divisi sterilisasi (pencucian/pembersihan) proses sterilisasi dilakukan setelah proses pemotongan
c. Divisi assembly (Perakitan) barang yang sudah dipotong dan disterilisasi dirakit menjadi satu paket produk d. Divisi Packing (Pengemasan) produk ke dalam satu kardus

“Sempat ada ide untuk membuat chamber disinfektan atau bilik yang bisa menyemprotkan disinfektan ke badan namun, ide tersebut tidak disarankan oleh WHO karena tidak sesuai dengan kriteria dari keselamatan manusia, jadi kami hanya fokus pada pembuatan Face Shield yang pada dasarnya sangat dibutuhkan oleh tenaga medis saat ini”, jelas Agung Firdaus selaku Ketua HMJ Teknik Mesin di Politeknik Negeri Sriwijaya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *