Waspada Rantai Penyebaran Virus Corona

Warta Indonesia semakin dibuat khawatir akan meningkatnya penyebaran virus Corona semenjak pemerintah dengan gamblang mengabarkan adanya kasus baru penderita penyakit yang disebabkan oleh virus COVID-19 ini pada hari Minggu kemarin (15/3). Dilansir dari laman web resmi Organisasi Standardisasi Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) penyakit virus corona adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus COVID-19, ditemukan pada tahun 2019, dan merupakan penyakit yang sebelumnya belum pernah teridentifikasi pada tubuh manusia.

Perlu digarisbawahi penyebaran virus ini terjadi secara tidak terkendali, yang artinya penyebaran virus di tengah-tengah masyarakat akan berlangsung secara sangat cepat. Informasi teraktual saat ini, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, dr. Achmad Yurianto, mengatakan bahwa jumlah pasien yang positif corona per hari ini (17/3) di Indonesia meningkat menjadi 172 orang dari jumlah sebelumnya yaitu 117 orang hanya dalam jangka waktu satu hari. Jumlah tersebut memang tidak sebanding dengan beberapa negara yang telah mengonfirmasi lebih dulu kasus pasien corona kepada WHO. Diantaranya yaitu Italia sebanyak >12 ribu kasus, Spanyol dan Prancis >2 ribu kasus, Korea Selatan >7 ribu kasus, dan negara-negara lain.

Informasi awal dari penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuan, virus COVID-19 dapat bertahan selama beberapa jam sampai dengan beberapa hari dan dapat dibunuh menggunakan destinfektan (WHO). Meskipun begitu, penelitian mengenai antivirus dan obat untuk mencegah COVID-19 sampai sekarang belum ada yang terbukti kepastiannya.

Menurut WHO virus Covid-19 memiliki cara yang hampir sama dalam proses penularan virus Influenza yang artinya virus ini dapat menular dengan cara droplet infection (kontaminasi droplet). Droplet infection sendiri merupakan transmisi infeksi saluran pernafasan kepada orang lain melalui partikel kecil yang berasal dari mulut (air liur dan dahak) penderita. Selain itu virus Covid-19 ini juga termasuk golongan virus Zootonik atau virus yang menular dari spesies hewan ke populasi manusia maupun sebaliknya.

Penderita yang positif terinfeksi virus ini akan merasakan gejala awal seperti demam, sakit tenggorokan dan batuk yang akan reda selama kurang lebih dari sepuluh hari selama proses inkubasi virus, lalu akan diikuti oleh gejala lain seperti diare dan sakit kepala. Namun gejala yang ditimbulkan oleh orang yang terjangkit virus ini bisa saja berbeda-beda antar penderita, tergantung dengan sistem imunitas dan daya tahan tubuh.

Adapun langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah dan terhindar dari infeksi virus corona ini adalah dengan menerapkan pola hidup sehat yaitu banyak mengonsumsi makanan yang akan meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, virus COVID-19 ini dapat dicegah dengan mencuci tangan secara teratur dan sesering mungkin dengan menggunakan sabun dan air atau bahan yang mengandung alkohol. Kegiatan ini akan membunuh virus yang berada di tangan. Hindari juga kontak secara langsung atau sentuhan di bagian mata, hidung, dan mulut untuk mencegah perpindahan virus ke bagian tubuh lainnya.

Sebagai tindakan pencegahan, diharapkan bagi orang yang memiliki keluhan ringan terhadap penyakit virus corona untuk segera diisolasikan dan tidak berpergian kemanapun selama kurang lebih 14 hari untuk mencegah proses penularan virus. Jika demam semakin tinggi dan memiliki keluhan seperti sesak nafas juga diharapkan untuk segera mendapatkan pertolongan medis dan memeriksa kondisi keadaanya lebih lanjut ke rumah sakit.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *