Bulan: Maret 2018

Polsri Mempersiapkan Diri Menuju Mawapres Tingkat Nasional 2018

Rabu 28 Maret 2018, tepatnya di Aula KPA Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) telah diadakan Grand Final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Polsri 2018. Acara yang bertemakan Sustainable Development Goals ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pertama pembukaan di pagi hari dan penutupan di sore hari. Acara ini dihadiri langsung oleh pihak lembaga dan delegasi perwakilan

Polsri Tuan Rumah Workshop Wirausaha Mahasiswa Indonesia

UKM WPS, (21/3) Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI) menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Workshop Wirausaha Mahasiswa Indonesia Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang telah diikuti oleh berbagai perguruan tinggi yang ada di Palembang dan juga tak lupa ada beberapa mahasiswa yang hadir dari Perguruan Tinggi dari Kota Lampung. Kegiatan

Polsri Kedatangan Tamu Dari Kepariwisataan Kota Palembang

Senin 19 Maret 2018, Tepatnya digedung pendidikan politeknik negeri sriwijaya diadakan pelatihan tentang kepariwisataan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel dimana pada acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga, Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan anggota DPR – RI Komisi Sepuluh Bpk Mustafa Kamal, dihadiri juga

Bangga! Mahasiswa Polsri Jadi Atlet Panjat Tebing di Asian Games 2018

UKM WPS – Menjadi salah satu atlet yang mendapat kesempatan mewakili Indonesia pada event olahraga regional Asia tentu membanggakan. Sama halnya dengan mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya jurusan Manajemen Informatika yaitu Muhammad Hinayah. Hinayah yang kini semester 6 berhasil menjadi salah satu anggota tim Asian Games Panjat Tebing. Tim yang terdiri dari 20 atlet ini merupakan

Terlambat Bayar UKT, Nama Mahasiswa Tidak Tercatat Secara Otomatis

UKM-WPS — Politeknik Negeri Sriwijaya menetapkan peraturan baru mengenai sistem pembayaran UKT. Hal yang membedakan sistem yang sekarang dengan sistem yang sebelumnya adalah terletak pada tercatatnya nama mahasiswa yang telah membayar UKT dan hilangnya nama mahasiswa yang terlambat membayar UKT pada absensi kelas. Lantas, apa yang terjadi pada 23 mahasiswa yang terlambat membayar UKT pada