Leave a reply

Polsri Mempersiapkan Diri Menuju Mawapres Tingkat Nasional 2018

Rabu 28 Maret 2018, tepatnya di Aula KPA Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) telah diadakan Grand Final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Polsri 2018. Acara yang bertemakan Sustainable Development Goals ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pertama pembukaan di pagi hari dan penutupan di sore hari. Acara ini dihadiri langsung oleh pihak lembaga dan delegasi perwakilan dari tiap organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di Polsri. “Mawapres sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan dari Kemendikti melalui Diktorat Kemahasiswaan, khusus untuk Politeknik sendiri dinamakan Mawapres Progam Diploma. Yang tujuannya untuk mencari mahasiswa yang berprestasi yang nantinya dapat melanjutkan ke tingkat nasional. Dimana bukan hanya berprestasi dibidang akademik saja, melainkan dibidang lainnya seperti pada kemampuan berbahasa inggris, pembuatan karya tulis ilmiah (KTI), maupun prestasi-prestasi unggulan lainnya” ujar Bapak Maulana Irwandi SE, Ak, M.Si  selaku ketua panitia dari acara Mawapres Polsri 2018. Sebelumya Bapak Maulana juga menjelaskan bahwa pada proses pemilihan Mawapres Polsri 2018 sendiri terbagi menjadi beberapa tahapan, proses pendaftaran dimulai dari tanggal 1 sampai 15 Maret, lalu proses pengumpulan berkas pada tanggal 16 sampai 18 Maret dan acara puncaknya pada tanggal 28 Maret yaitu Grand Final Pemilihan Mawapres Polsri 2018.

Berkaca dari tahun sebelumnya, terlihat ada beberapa perbedaan dari Mawapres 2018 dengan tahun sebelumnya seperti yang dikatakan oleh M. Ahmad Hafiz Pemenang Mawapres Polsri 2016, “peserta Mawapres Polsri tahun ini diambil dari masing-masing jurusan yang ada di Polsri, hal ini berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun sebelumnya peserta Mawapres diambil dari masing-masing Progam Studi (Prodi) yang ada di Polsri sehingga tahun lalu diikuti oleh 55 peserta yang memakan waktu yang panjang serta hasilnya pun kurang efektif. Dari segi kepanitian Mawapres tahun ini juga lebih baik karena tidak hanya melibatkan mahasiswa tetapi juga dosen dan pimpinan Polsri juga ikut turun tangan”.

Kegiatan Grand Final Pemilihan Mawapres Polsri 2018 ini memperebutkan 6 kategori di antaranya Mawapres Polsri 2018 Juara ke-1, Juara ke-2, Juara ke-3, The Best Speakers, The Best Paper dan The Best Presentation.

Berikut merupakan daftar pemenang Mawapres Polsri 2018 pada masing-masing kategori.

  1. Mawapres Polsri 2018 atas nama M. Nata Persada dari Jurusan Teknik Sipil
  2. Juara ke-2 atas nama Nyayu Dina dari Jurusan Bahasa Inggris
  3. Juara ke-3 atas nama Febriani dari Jurusan Akutansi
  4. The Best Speakers atas nama Nyayu Dina dari Jurusan Bahasa Inggris
  5. The Best Paper atas nama Rinda dari Jurusan Teknik Kimia
  6. The Best Presentation atas nama M. Nata Persada dari Jurusan Teknik Sipil

1522463026939

M. Nata Persada dari Jurusan Teknik Sipil selaku pemenang Mawapres Polsri 2018 ia mengatakan, “mawapres merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan diri, kita dapat belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain, dan bukan hanya itu saja tetapi kita juga dapat memperlihatkan kompetensi yang ada pada diri kita sendiri. Meskipun Mawapres adalah sebuah perlombaan, tetapi kita sebagai peserta tidak boleh melupakan bahwa kita sama-sama dari Polsri”. Kemudian Bapak Maulana Irwandi selaku Ketua Panitia dari Grand Final Mawapres Polsri 2018 juga berharap untuk pemenang Mawapres tahun ini semoga dapat mewakili Polsri ke Mawapres di tingkat nasional serta mampu mengimplemasikan kemampuannya di dunia kerja kelak maupun di masyarakat. (DA)


Leave a reply

Polsri Tuan Rumah Workshop Wirausaha Mahasiswa Indonesia

IMG_20180324_115350

UKM WPS, (21/3) Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI) menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Workshop Wirausaha Mahasiswa Indonesia Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang telah diikuti oleh berbagai perguruan tinggi yang ada di Palembang dan juga tak lupa ada beberapa mahasiswa yang hadir dari Perguruan Tinggi dari Kota Lampung. Kegiatan ini menjadi salah satu penggantar sebelum penutupan pengiriman proposal kewirausahaan akhir bulan april nanti.

Berikut jadwal pelaksanaan kegiatan program kewirausahaan tahun 2018 RISTEKDIKTI :

Pengajuan 7-30 April

Pengumuman hasil seleksi 18 Mei

Pelaksanaan kegiatan dimulai 4 Juni

Monev Agustus

Laporan akhir 31 Oktober

Sosialisasi Kompetinsi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang disampaikan langsung bapak Dr. Asep Mulyana yang merupakan salah satu tim PKMI Ditjen Belmawan. Serta materi Perencanaan Pengembangan Bisnis oleh ibu Dr. Widyastuti salah satu tim PKMI Ditjen Belmawan juga.

Panduan lainnya mengenai KBMI dapat di download pada :

http://sim-pkmi.ristekdikti.go.id/download/PANDUAN_KBMI_2018.pdf

Kegiatan terakhir yaitu Klinik penulisan proposal bisnis yang dilakukan oleh dua kelompok dan harapan dari workshop ini mahasiswa yang mengikuti dapat lebih baik dalam menyusun proposal KBMI nanti. (AF)


Leave a reply

Polsri Kedatangan Tamu Dari Kepariwisataan Kota Palembang

SAMSUNG CSC

PELATIHAN DASAR SDM KEPARIWISATAAN

Senin 19 Maret 2018,

Tepatnya digedung pendidikan politeknik negeri sriwijaya diadakan pelatihan tentang kepariwisataan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel dimana pada acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga, Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan anggota DPR – RI Komisi Sepuluh Bpk Mustafa Kamal, dihadiri juga oleh staff khusus walikota palembang di bidang kepariwisataan Bpk Erlan Saiffudin.

Rangkaian acara tersebut dibuka dengan kata sambutan dara pihak tuan rumah sekaligus Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya Bpk Dr.Ing.Ahmad Taqwa, MT beliau mengatakan ” Dirinya menghimbau kepada seluruh mahasiswa politeknik negeri sriwijaya yang mengikuti pelatihan ini untuk dapat lebih mengembangkan, membuat, dan memberikan inovasi inovasi terbaru yang lebih baik lagi nantinya untuk kepariwisataan kota palembang.


Leave a reply

Bangga! Mahasiswa Polsri Jadi Atlet Panjat Tebing di Asian Games 2018

UKM WPS – Menjadi salah satu atlet yang mendapat kesempatan mewakili Indonesia pada event olahraga regional Asia tentu membanggakan. Sama halnya dengan mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya jurusan Manajemen Informatika yaitu Muhammad Hinayah. Hinayah yang kini semester 6 berhasil menjadi salah satu anggota tim Asian Games Panjat Tebing.

IMG-20180313-WA0017

Tim yang terdiri dari 20 atlet ini merupakan kumpulan atlet panjat tebing terbaik dari seluruh Indonesia. Termasuk Hinayah, para atlet diseleksi mulai dari tahun 2016. Khususnya pada saat PON Jabar diselenggarakan.

Hinayah sendiri berhasil mempertahankan prestasinya. Dimana salah satu penilaian dalam seleksi ialah peringkat dalam beberapa pertandingan serta catatan waktu. Saat itu Hinayah berada di peringkat 5 namun catatan waktu yang diperoleh masuk ke 3 besar terbaik. Berkat hal tersebut Hinayah masuk ke dalam tim Pelatnas yang berisikan 8 atlet terbaik nasional.

Semua hal tersebut awalnya mungkin hanya sebatas khayalan Hinayah. Namun, berkat tekad dan kerja kerasnya, Hinayah menunjukkan bahwa ia mampu mengalahkan kelemahannya. Karena Hinayah pun sempat mengaku bahwa dirinya dulu sangat takut dengan ketinggian. Hal ini tentu menjadi sebuah pacuan bagi mahasiswa lainnya untuk ikut berprestasi. (AN)


Leave a reply

Terlambat Bayar UKT, Nama Mahasiswa Tidak Tercatat Secara Otomatis

UKM-WPS — Politeknik Negeri Sriwijaya menetapkan peraturan baru mengenai sistem pembayaran UKT. Hal yang membedakan sistem yang sekarang dengan sistem yang sebelumnya adalah terletak pada tercatatnya nama mahasiswa yang telah membayar UKT dan hilangnya nama mahasiswa yang terlambat membayar UKT pada absensi kelas. Lantas, apa yang terjadi pada 23 mahasiswa yang terlambat membayar UKT pada semester kali ini?

1520078052893

Sabtu (03/03), mahasiswa sebanyak 23 orang dikumpulkan dan diberikan sosialisasi dari pihak BEM. Mereka diberikan arahan langsung dari Bagian Akademik dan BapakAhmad Taqwa selaku Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya mengenai keterlambatan pembayaran UKT. Hal ini nampaknya cukup serius lantaran Politeknik Negeri Sriwijaya sudah mendapatkan teguran dari kementerian.

“Sudah ada penyesuaian UKT, kenapa masih ada yang kurang mampu dalam hal membayar UKT?” tukasnya.

Kemungkinan hilangnya 23 nama dari daftar absensi membuat mahasiswa bertanya-tanya apa yang akan terjadi dengan statusalpha tersebut. Ternyata hal itu masih ditinjau oleh direktur dan pimpinan POLSRI untuk tindakan selanjutnya yang akan diambil.

Kurangnya sosialisasi dari lembaga tentang pembayaran UKT dan penggunaan SISAK disebutmenjadi faktor utama terlambatnya mahasiswa membayar UKT mereka.Beliau lantas menjawab, “Sebenarnya dari pertama masuk kampus sudah diberi tahu tentang peraturan kampus pada saat SISDIKTI. Kenapa kurang sosialisasi? Karena jika mau melakukan yang terbaik kenapa harus ditunda.”

Terkait penggunaan SISAK sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, hanya saja sistemnya manual. Tidak seperti sekarang yang dihubungkan ke internet. (SS)