Author’s Archive: UKM WPS

Leave a reply

Hinayah, Atlet Panjat Tebing Dengan Segudang Prestasi dari Polsri

UKM-WPS – Semarak Asian Games masih terasa, sejak dimulai pada tanggal 18 Agustus 2018, pesta olahraga negara-negara di Asia ini telah mendapatkan perhatian dan antusias masyarakat. Selama perlombaan pun banyak atlet Indonesia yang telah menyumbangkan medali emas dari berbagai cabang olahraga, salah satunya dari cabang olahraga panjat tebing. Lebih membanggakannya lagi, salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), Muhammad Hinayah, adalah salah satu yang turut menyumbang medali emas untuk Indonesia dari cabang olahraga panjat tebing nomor men’s speed relay.

1535958049166Persiapan yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan Manajemen Informatika (MI) ini telah dimulai sejak bulan Maret 2017 selama kurang lebih satu tahun dan tujuh bulan lamanya dengan proses seleksi yang tidak mudah. Sebelum pemanggilan pelatihan nasional (pelatnas) Asian Games para atlet diseleksi dari berbagai lomba seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas). “Saat PON itu saya tidak dapat medali tapi saya masuk 5 besar, terus sesudah PON itu dapat medali di Kejurnas. Tapi awal masuk pelatnas itu belum masuk tim inti, hanya menjadi sparing partner, dari sparing partner dipilih dengan pertimbangan pelatih untuk menjadi bagian tim Asian Games dan sampai mau Asian Games pun kita masih bersaing untuk bermain di Asian Games,” jelas Hinayah.

1535958057157

Lebih sering ikut dalam perlombaan secara individual, kali ini Hinayah mengikuti perlombaan secara beregu bersama atlet panjat tebing lainnya yakni Rindi, Veddriq, dan Abu Dzar Yulianto. Menurut Hinayah, untuk lomba secara beregu ini jarang ada di kejuaraan dunia dan hanya ada di event tertentu saja seperti PON, Asian Games, dan Asian Championship. Lomba secara individu dan beregu pun memiliki perbedaan diantaranya bila individual, atlet lebih fokus ke diri sendiri jadi tidak memikirkan teman di sebelah, dan juga beban pada lomba individual tidak terlalu berat seperti beregu karena pada nomor beregu para atlet harus saling percaya juga harus saling mendukung agar para atlet dalam tim dapat merasa nyaman.

1535958039949Selama mengikuti pertandingan pun Hinayah tidak luput dari orang-orang yang terus mendukung di belakangnya seperti orang tua, para pelatih, dan atlet lainnya turut menjadi pendukung dalam kesuksesan Hinayah. “Yang berjasa banyak sih sebenarnya cuma yang paling utama sih kedua orang tua karena selalu minta dukungan dan doa dari orang tua, karena doa dari orang tua itu insyaAllah tidak akan tertolak dan dikabulin jadi sangat berjasa. Banyak juga peran dari teman-teman tim pelatnas, pelatih, dan teman-teman atlit juga sangat berperan bagi keberhasilan saya dan yang lainnya,” ujarnya.

Lembaga Polsri pun turut mendukung kegiatan Hinayah dan memberi dispensasi untuk Hinayah, “kalau pendidikan sih nggak ada masalah sama sekali soalnya kemaren ambil cuti 1 tahun terus juga dikasih dispen sama Pak Dr. Ing. Ahmad Taqwa, nggak masuk kuliah tapi tetap dapat nilai dan tetap ikut ujian jadi yg pastinya berterima kasih sekali kepada Pak Taqwa sebagai Direktur Polsri juga pada Ketua Jurusan (Kajur) MI dan semua staffnya yang telah sangat mendukung kegiatan ini.”

Setelah Asian Games ini pun Hinayah masih memiliki berbagai perlombaan lain di antaranya sekitar 6 kejuaraan World Cup  di China, dan 1 kejuaraan Asian Championship di Jepang.

Sumber Foto : Narasumber


Leave a reply

Contempt Of Court, Pengganggu Integritas Lembaga Pengadilan


Hukum merupakan seperangkat aturan yang mengatur dan mengikat pada setiap hidup manusia yang harus ditaati demi kesejahteraan dan kerukunan suatu negara. Peranan Lembaga Peradilan atau Peranan Hukum itu sendiri yaitu sebagai suatu kebijakan atau suatu aturan yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku masyarakat serta dapat menjadi pedoman bagi penggerak bangsa dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu, Lembaga Peradilan dinilai sangat penting dalam membantu mewujudkan masyarakat yang adil, damai dan sejahtera. Tentunya pemerintah dan aparat penegak hukum dibantu oleh banyak elemen masyarakat yang sama-sama berjuang untuk menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. (lebih…)


Leave a reply

2900 Mahasiswa Polsri Siap Diksar

Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) kembali melakukan kegiatan Pendidikan Dasar Kedisiplinan (Diksarlin), kegiatan bersifat wajib bagi mahasiswa baru dan mahasiswa yang belum mengikuti Diksarlin sebelumnya dan dilaksanakan setiap tahun sejak Polsri didirikan.

1532646265142Pada tahun ini Diksarlin dilaksanakan di Jasmani Militer Kodam (Jasdam) II Sriwijaya. Peserta Diksarlin tahun ini mencapai 2900 orang peserta yang terdiri dari gelombang 1 yaitu sebanyak 1500 peserta dan gelombang 2 sebanyak 1400 peserta. Namun, di tahun akademik 2018/2019 ini, mahasiswa baru jalur Ujian Masuk Mandiri (UMM) turut mengikuti Diksarlin yang mana di tahun sebelumnya mahasiswa baru jalur UMM mengikuti Diksarlin di tahun berikutnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 Juli-11 Agustus 2018 dimana gelombang 1 pada 30 Juli-4 Agustus 2018 dan gelombang 2 pada 6 Agustus-11 Agustus 2018.

1532646234013

Pada hari Kamis, 26 Juli 2018, peserta Diksarlin diberikan arahan oleh Bapak Staff Kapten Arfan Oki Imam sekaligus melaksanakan pembagian perlengkapan Diksarlin di Lapangan Parkir Teknik Elektro Polsri.

1532646262717Melalui kegiatan ini diharapkan peserta Diksarlin dapat lebih disiplin saat mengikuti perkuliahan di kampus Polsri. (A/A)


Leave a reply

Polsri Kembali Menjadi Tuan Rumah PENA 2018

Pekan Elektro Nasional ( Pena ) yang bertemakan “ Eksplorasi Potensi Generasi Muda Dalam Memanfaatkan IPTEK Menuuju Indonesia Emas 2050 yang ke Empat Merupakan event 2 tahunan sekali yang diadakan oleh FKHMEI ( Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Elektro Indonesia ), pada tahun ini acara pena diadakan oleh Politeknik Negeri Sriwijaya ( Polsri ) yang ditunjuk sebagai tuan rumah untuk yang kedua kalinya.  Acara ini diselenggarakan dari tanggal 3 Juli sampai 5 Juli 2018, yang diikuti oleh kurang lebih 700 orang mahasiswa elektro seluruh Indonesia dari 41 Universitas di Indonesia, Serangkaian acara pun diadakan seperti Lomba PLC Tingkat Nasional , Lomba Line Followers , Donor Darah , Seminar Nasional ENACO ( Electro National Conference ) , Rapat Kordinasi Nasional ( Rakornas )  FKHMEI dan juga Field Trip untuk para tamu undangan mahasiswa elektro se Indonesia.

Pembukaan Pekan Elektro Nasional 2018

    Pembukaan Pekan Elektro Nasional 2018

Acara Pembukaan ini diadakan digedung Graha Pendidikan Politeknik Negeri Sriwijaya pada tanggal 3 Juli 2018 , dengan dihadiri oleh Direktur , Pembantu Direktur ,  Dewan Senat  Polsri , Ketua Jurusan, Ibu Bapak Dosen Jurusan Elektro Polsri  dan juga pada pembukaan tersebut dihadiri oleh Walikota Palembang yang mana hal ini diwakilkan oleh Asisten Satu Kementrian dan Kesra Bpk Drs. K Sulaiman Amin serta para tamu undangan dari berbagai sponsor yang  hadir.


Leave a reply

Merasakan Lintas Budaya Internasional di Kota Sendiri Bersama AIESEC

      AIESEC merupakan organisasi kepemimpinan Internasional yang berada di 124 negara termasuk Indonesia. AIESEC sendiri telah berdiri di 34 Universitas yang ada di Indonesia. AIESEC yang berdiri di Sumatera Selatan sendiri bernama AIESEC in Universitas Sriwijaya. AIESEC in Universitas Sriwijaya pada 9 Juli – 21 Agustus 2018 akan menggelar projek yang bernama Sriwijaya Project. Projek ini adalah projek dimana AIESEC in Universitas Sriwijaya  mendatangkan mahasiswa luar negeri untuk melakukan projek sosial yang berfokus pada promosi dan memperkenalkan pariwisata Sumatera Selatan melalui kunjungan ke beberapa Kota/Kabupaten serta UMKM yang ada ke masyarakat lokal dan mancanegara. Projek sosial ini mengangkat isu pergerakan ekonomi dari sektor pariwisata sesuai dengan Sustainable Development Goals yang dicanangkan oleh PBB dengan poin SDGs nomor 8 yakni Decent Work and Economic Growth.

buddy demetri

“Sehubungan dengan akan diadakannya Sriwijaya Project ini, mahasiswa luar nebuddygeri yang akan melakukan projek sosial tersebut membutuhkan buddy. Buddy itu adalah teman yang akan mendampingi Exchange Participants selama mereka berada di Palembang, memperkenalkan budaya tentang Palembang dan lain-lain. Nah, AIESEC membuka kesempatan bagi para mahasiswa Palembang, Sumatera Selatan untuk menjadi buddy para Exchange Participants dan kesempatan ini terbuka untuk umum.”, ujar Putri selaku Ketua Pelaksana Sriwijaya Project.

buddy maroon“Jadi Buddy itu pengalaman yang tak terlupakan banget! Aku jadi bisa berteman sama orang dari Negara lain, belajar budaya mereka dan aku jadi bisa mengasah kemampuan bahasa Inggris aku. Kesempatan jadi buddy ini langka banget, merasakan cross culture di kota sendiri itu kapan lagi kalau gak pas lagi jadi buddy. Being a buddy is really worth to try.”, ujar Iqbal salah satu mahasiswa yang pernah menjadi buddy di projek AIESEC sebelumnya.

Mahasiswa sudah mulai dapat mendaftar menjadi buddy sejak tanggal 16 Juni-5 Juli 2018 mendatang dengan mengakses alamat website bit.ly/BuddySriwijaya serta bisa menghubungi CP Sriwijaya Project Nur Irana (id:nuriranaa/ WA: +6281958332247).

Selain menawarkan mahasiswa untuk mendaftarkan diri menjadi buddy, AIESEC in Universitas Sriwijaya juga menawarkan kesempatan bagi para mahasiswa di Sumatera Selatan yang ingin melakukan projek sosial di luar negeri yang tergabung dalam AIESEC yakni dengan mengikuti program Global Volunteer. Untuk info lebih lanjut, mahasiswa dapat langsung mencari info di Instagram AIESEC in Universitas Sriwijaya yaitu @aiesecunsri.